Proyek tema “pisang”

Menghabiskan waktu bersama-sama di dapur dan mengajarkan cara memasak kepada anak bisa mempererat ikatan batin orangtua dengan anak-anaknya. Itulah mengapa, aktivitas ini sangat digemari.

Normalnya, seorang anak sudah bisa diajarkan memasak saat ia berusia 5-12 tahun. Pada masa ini anak sudah dapat dengan mudah menangkap setiap rincian aktivitas memasak. Namun, tidak semua orangtua menyenangi kegiatan ini. Banyak dari orangtua yang bahkan melarang anaknya untuk mengenal aktivitas di dapur hanya karena takut anaknya terluka akibat benda tajam, terkena cipratan minyak panas, atau bahkan melarangnya karena tuntutan budaya.

Padahal, terlepas dari ketakutan-ketakutan tersebut, mengajarkan anak belajar masak sangat baik untuk perkembangan seorang anak. oleh karena itu kami KB-TK KHADIJAH WONOREJO bertujuan mengajak anak untuk ikut serta dalam kegiatan cooking class karen di kegiatan ini mempunyai tujuan antara lain:

1. Menambah keakraban

Orangtua yang mengajak anaknya memasak secara tidak langsung sedang menambah pupuk keakraban di antara keduanya. Ajarkan anak untuk melakukan hal-hal kecil seperti membantu mempersiapkan wadah memasak, memisahkan bumbu masak ataupun memotong sayuran untuk menambah interaksi keduanya.

Ajak anak untuk berbincang dan bercerita saat proses masak sedang berlangsung. Dengan adanya percakapan tersebut, maka suasana akrab akan semakin nyata terasa.

2. Menambah pengetahuan

Mengajarkan anak memasak secara tidak langsung akan menambah pengetahuannya. Anak akan tahu bagaimana bentuk-bentuk sayuran dan lauk-pauk beserta manfaatnya. Jika anak Anda sudah menginjak remaja, tak ada salahnya jika Anda memperkenalkan berbagai bumbu dapur kepadanya.

3. Menambah kekuatan daya ingat

Tanpa disadari orangtua, saat belajar masak, anak akan melatih daya ingatnya. Ia akan terbiasa melihat urutan proses memasak dan merekamnya di ingatannya. Untuk mengujinya, tak ada salahnya jika Anda pura-pura lupa dan memintanya untuk mengajarkan Anda urutan apa saja yang harus dilakukan.

4. Menambah rasa tanggung jawab

Anak yang terbiasa diajak untuk memasak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggung jawab. Berikan anak kesempatan untuk mengemban suatu tugas dan mintalah ia menyelesaikan tugas tersebut. Pada lain kesempatan ajarkan anak untuk melakukan hal lain dan kembali mintalah ia menyelesaikannya secara menyeluruh.

5. Menambah kemampuan anak untuk mengambil keputusan

Ajak anak Anda untuk berdiskusi untuk menentukan sebuah menu yang akan dimasak bersama. Dengan penyaluran ide-ide dan memintanya membuat keputusan, anak akan terbiasa dan berani menyuarakan aspirasinya. Bahkan di lain waktu, ia akan dapat dengan mudah memutuskan hal-hal sulit di dalam hidupnya.

6. Menambah rasa syukur pada anak

Anak yang terbiasa memasak bersama orangtuanya akan tumbuh sebagai anak yang gemar bersyukur. Ia telah melewati proses memasak yang begitu rumit dan cenderung akan menghargai hasil dari proses tersebut. Ajarkan anak untuk menikmati setiap hasil masakan yang sudah dibuatnya. Minta mereka untuk tidak membuang setiap makanan yang sudah dimasaknya.

7. Membuatnya peka akan rasa

Dengan belajar masak, maka anak juga akan belajar mengembangkan sensitivitas rasa. Hal ini akan terjadi bila Anda mempersilakannya untuk mencicipi rasa masakan yang sedang dibuat. Tanyakan padanya bagaimana rasa masakan tersebut, bagaimana aromanya, enak atau tidak, dan sebagainya.

8. Mengajarkan hal terpenting dalam hidup

Pernah membanyangkan anak Anda hidup seorang diri tanpa uang untuk membeli makanan lezat yang mahal? Jika Anda mengajarkannya memasak, maka anak sudah belajar hal penting dalam hidupnya. Untuk itu, bekali anak Anda dengan kemampuan ini sedari dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *